Wanita dari 5 Daerah Ini Dikenal ‘Mahal’ Untuk Dinikahi

- Sunday, January 22, 2017
Kontenviral.net - Berbicara tentang pernikahan dan tradisi pernikahan, setiap daerah tidak bisa lepas dari tradisi dan kebudayaanya, ini karena tradisi tersebut sudah melekat pada masyarakatnya. Bahkan tradisi seperti ini menjadi kebanggaan dan kekayaan yang harus tetap dijaga agar tidak hilang karena perkembangan zaman saat ini.

Ada keragaman dalam tradisi pernikahan di seluruh Nusantara, contohnya saja dalam hal seberapa besar uang atau mahar yang harus anda keluarkan untuk mempersunting seorang wanita. Terdapat daerah yang tidak mematok jumlahnya, tapi ada juga yang menetapkan jumlah yang sangat mahal. Bahkan lebih dari Rp. 100 juta rupiah, penasaran daerah mana saja? Berikut ini ulasannya.

1. Aceh

Kota yang dikenal sebagai Serambi Mekah ini, memiliki tradisi dalam hal jumlah mahar yang harus dikeluarkan, dan mahar yang harus dibayar di Aceh ini diukur menggunakan emas. Masyarakatnya sering menyebutnya sebagai mayam, yang standartnya satu mayam bernilai 3,3 gram emas atau setara dengan uang Rp 1. 750. 000.

2. Suku Batak

Untuk menikahi gadis Batak lengkap dengan pesta adatnya, kamu harus menyiapkan uang ratusan juta rupiah. Maharnya berupa sinamot atau tuhor ni boru batak yang artinya pembelian perempuan Batak. Nilai sinamot ini bervariasi. Jumlahnya akan semakin besar jika mempelai wanita punya latar pendidikan yang tinggi dan pihak mempelai pria tidak berpartisipasi sebagai pelaksana pesta.

3. Nias
 

Mahar pernikahan di Nias dikenal dengan sebutan Bowo. Bowo ini malah menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin melangsungkan pernikahan di Pulau Nias. Bagaimana tidak, bagi masyarakat suku Nias yang kebanyakan sebagai seorang petani, akan terasa cukup berat apabila harus memenuhi mahar pernikahan yang cukup mahal. Pasalnya, Bowo diukur dengan hewan babi yang bisa mencapai 25 ekor, sedangkan satu ekor harganya bisa mencapai 1 juta rupiah. Jadi paling tidak harus menyiapkan dana sebesar 25.000.000 untuk menikah di tempat ini.

4, Bugis

Jika ingin menikahi gadis Bugis, maka Anda harus siap-siap tercengang dengan jumlah mahar yang harus diberikan kepada calon istri. Masyarakat Bugis mematok mahar sesuai dengan tingkatan derajatnya hingga tingkat pendidikannya. Semakin tinggi pendidikannya, maka semakin mahal pula maharnya. Misalnya saja untuk seorang gadis yang telah menyelasaikan pendidikan S1, patokan maharnya seharga lebih dari Rp 50.000.000. Lalu bagaimana dengan lulusan S2? Tentu saja harganya akan lebih mahal, bisa mencapai Rp. 75.000.000 - Rp.100.000.000,-.

5. Suku Sasak, Lombok Tengah

Salah satu tradisi pernikahan di Sasak adalah perhitungan biaya menikah yang ditentukan dari jarak rumah mempelai wanita.
Semakin jauh jarak rumah calon mempelai wanita dari kediaman calon mempelai pria, maka biaya adatnya akan semakin mahal. Besar kecilnya pesta pernikahan juga ditentukan berdasarkan kasta. Semakin tinggi kastanya, biasanya pernikahan adatnya juga wajib semakin besar-besaran.
Belum lagi jika dihitung dengan tolak ukur status kebangsawanan, tingkat pendidikan dan pekerjaan calon mempelai wanita. Jika menikah dengan wanita yang sudah bekerja sebagai pegawai negeri, maharnya berkisar antara 10 hingga 250 juta.

Dan itulah 5 daerah yang "mahal" dalam urusan mahar. Yah namanya juga cinta, apapun akan dilakukan meski dengan pengorbanan. Setiap daerah memiliki tradisinya masing-masing. Walaupun terkadang tradisi tersebut bisa memberatkan pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan, tapi kita tetap harus menghormatinya.
Di sisi lain, hal itu merupakan bagian dari masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dan menjadi kekayaan budaya tersendiri di Indonesia.